Google+ Badge

Senin, 21 November 2011

administrasi dan manajemen Gereja

Nama               : Riswanto Lago
Semestrer        : V (Lima)
Dosen              : Pst. David B. Hasibuan
Mata Kuliah    : Administasi dan Managemen Gereja
Buku               : Prinsip-prinsip Pertimbangan Utama dalam Administrasi Gereja
Penulis             : Pdt. Dr. Yakub B. Susabda

Tujuan buku ini ialah melengkapi pemimpin-pemimpin gereja dalam mempertanggungjawabkan pelayanan mereka kepada Tuhan dan sesama, di dalam dan melalui gereja.
Buku ini membahas pokok penting yaitu bagaimana ‘mempertangungjawabkan’, oleh karena itu dalam buku ini mengatakan bahwa terkadang kata ini di salah tafsirkan oleh orang-orang. Misalnya ada pemimpin gereja ynag sudahmerasa cukup bertanggung jawab dengan melaksanakan dan memimpin secara langsung seluruh tugas rohani di gerejanya, seperti khotbah, memimpin P.A, persekutuan doa, dan sebagainya. Tetapi ada juga pemimpin gereja yang berpendapat bahwa tanggungjawabnya yang utama sebagai pemimpin sebenarnya terletak dalam pengaturan trategi kehidupan pelayanan gereja. Oleh sebab itu ia perlu secara langsung terlibat dengan setiap pelayanan rutin yang ada dalam gereja yang ia pimpin. Ia adalah pemikir, organisator, dan otak dari seluruh kehidupan dan pelayanan gerejanya.
Dan di tengah segala macam penafsiran tentang pertanggungjawaban pemimpin gereja inilah muncul istilah administrasi gereja. Istilah yang sejak lahirnya sudah sulit untuk ditafsirkan, apalagi diformulasikan. Terutam karena konteknya salah dan pendekatannya pun menurut pengamatan penulis buku ini adalah tidak tepat.
Adminstrasi gereja dianatirikan di satu gereja, dimanjakan di gereja lain, tetapi yang lebih parah di hamper semua gereja administrasi gereja sudah dikebirikan dan hanya dipakai dengan sebutan saja (hanya nama saja).apakah sebenarnya administrasi gereja? Pertanyaan ini ungkin trlalu pagi untuk dijawab. Dalam konteks ini setidaknya kita harus mengerti terlebih dahulu bahwa pada hakikatnya administrasi gereja adalah pertangungjawaban pemimpin-pemimpin gereja dalam menyediakan wadah yang tepat, di mana inkarnasi firman itu menjadi kenyataan. Dimana gereja betul-betul menjadi tubuh Kristus, kehadiran Kristus yang hidup dan konkret.
Dengan definisi ini menjadi jelaslah bahwa adminstrasi gereja sebenarnya tidak seperti apa yang digambarkan orang selama ini, sebagai urusan surat-menyurat, rapat-rapat, ataupun organisasi pada umumnya saja. Karena administrasi gereja adalah ekspresi dari seluruh tangung jawab pemimpin gereja dalam hidup pelayanannya. Oleh sebab itu, cara da pelaksanaanya tergantung dari tiap individu pemimpin itu sendiri.
Bergantung mutlak pada bagaimana menafsirkan kebenran Firman Tuhan; “bagaimana ia melihat kebutuhan yang ada dalam gerejanya”; “bagaimana ia menyeleksi hal-hal yang primer dan sekunder, yang mendesak dan dapat ditunda”; “bagaimana strategi dan rencananya untuk mencapai goal yang antara lain melengkapi gereja dalam memenuhi tugas panggilannya, dan sebagainya”.
Alkitab memang tidak pernah memberikan resep bagaimana adminitrasi gereja harus dlaksanankan. Alkitab hanya memberikan prinsip-prinsip yang dapat menjadi pegangan utama bagi setiap pemimpin gerja dalam administrasi geraja. Oleh sebab itu pelaksanaannya sangat fleksibel, tergantugn pad situasi dan kondisi jemaat setempat.
Adminitrasi gereja adalah pertanggungjawaban dari pemimpin-pemimpin gereja atas seluruh kehidupan pelayanan gereja. Oleh sebab itu administrasi gereja selalu bersangkut paut dengan iman dari pribadi-pribadi pemimpin gereja itu, situasi dan kondisi jemaat itu, misi gereja dan sejarah.
1.      Bersangkut-paut dengan iman, oleh karena itu administrasi gereja tidak sama dengan  administrasi dan organisasi apapun juga. Administrasi gereja hanya bias dilaksanakan oleh orang Kristen yang beriman sehat, yang mempunyai teologi dan pengetahuan alkitab yang sehat juga. Oleh karena itu administrasi gereja tidak boleh diserahkan pada orang-orang Kristen yangbaru, di mana pengetahuan alkitab dan teologinya masih kanak-kanak. Tidak setiap orang berbakat administrasi bias diberi tanggung jawab administrasi gereja. Begitu juga denga organisasi. Hanyalah orang-orang Kristen dewasa, yang beriman sehat dan yang menduduki posisi kunci dalam jemaat, yang dapat memikul tanggung jawab administrasi gereja.
2.      Bersangkut-paut dengan situasi dan kondisi jemaat oleh karena adminstrasi gereja selalu fleksibel da tidak perlu paksaan. Administrasi gereja hanya lahir dari suatu pergumulan dengan Tuhan. Da Tuhanlah yang hidup yang menyatakan firmaNya sesuai denga situasi dan kondisi jemaatNya.
3.      Bersangkut-paut dengan misi gereja oleh karena itu administrasi hanyalah alat supaya gereja bisa melaksanakan misi yang dipercyakan Allah padanya. Administatrasi gereja adalah akspresi dari kepakaan pemimpin-pemimpin gerja terhadap kehendak Allah atas gerejaNya.
Respon
            Sebagai salah satu dari pembaca buku ini, saya merasa bahwa buku ini telah memberikan inspirasi yang baik untuk dikuti. Artinya saya sangat setuju dengan apa yang telah di papar oleh Bapak Pdt. Dr. Yakub B. Susabda, bahwa seorang pemimpin haruslah peka dan mampu untuk mempertanggungjawabkan pelayanan secara lebih khusus Administrasi gereja, bukan hanya peka tetapi harus memiliki iman yang sehat, telogi yang sehat dan dapat dipercaya.
Manfaat buku
            Memberikan pengertian yang benar mengenai penafsiran yang salah tentang adminstrasi gereja, dan memotivasi para pemimpin untuk lebih bersungguh-sungguh dalam memimpin jemaat yang telah dipercayakan Tuhan, serta memberika gambaran yang jelas kepada para pemimpin juga jemaat bahwa administarsi gereja bukanlah hal yang mudah, sebab administrasi gereja tidaklah sama dengan administrasi yang biasa dilakukan di sebuah perusahan atau organisasi. Karena administrasi gereja adalah bagaimana mempertanggung jawabkan dihadapan jemaat dan terlebih Tuhan.
Rekomendasi
            Buku ini cocok bagi mahasiswa Teologi yang imannya sehat dan teologinya sehat, untuk menjadi panduan bagaimana seharus mengelola administrasi yang benar bukan hanya teori tetapi lebih kearah penerapan praktisnya. Buku ini sangat baik untuk pemimpin gereja yang pemula, agar mengetahui apa sebenarnya yang harus dilakukan dalam kehidupan gereja. Buku ini juga cocok untuk pemimpin gereja yang senior agar tidak terbawa arus pemikiran yang salah tentang administrasi gereja.
 

Buku               : Manajemen Pelayanan Pengantar dan Lokakarya
Penulis             : Pdt. Drs. Agus Lay
 

Buku ini ditulis dalam rangka usaha menjawab kebutuhan pengelolaan pelayanan kerohanian, baik dalam gereja maupun organisasi-organisasi Kristen yang ada di tanah air, melalui lokakarya. Buku ini mencoba untuk memperkenalkan cara pemahaman terhadapa prinsip dan fungsi manajemen serta aplikasinya dalam pelayanan kerohanian. Memang tidaklah mudah untuk menerapkan prinsip-prinsip dalam berbagai buku teks manajemen. Kesulitan pertama berhubungan dengan kenyataan bahwa manajemen  itu sendiri sebagai ilmu masih relative baru, walaupun praktiknya sudah setua usia manusia. Dalam banyak hal, belum ada keseragaman di antara para ahli dan penulis buku-buku manajemen lainnya. Keadaan itu tidak mengherankan benar karena memang manajemen dan fungi-fungsi manajemen dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Kesulitan kedua berhubungan dengan kebijakan dalam mengadakan seleksi : bagian-bagian manakah dari berbagai teori, konsep, dan gagasan ahli-ahli manajemen yang sesuai dengan persepsi dan gagasan kristiani, bahkan dengan prinsip-prinsip alkitabiah.
Buku ini juga dipersiapkan sebagai bahan pengantar untuk suatu lokakarya. Sementara, lokakarya itu sendiri dimaksudkan sebagai latihan dalam kepemimpinan bagi orang-orang Kristen, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam melakukan tugas mereka, serta dapat memimpin orang-orang lain dengan lebih baik lagi.
Buku ini tidak sembarang mengambil bahan-bahannya dalam menyampaikan bahan-bahan lokakarya, karena bahan-bahannya telah diolah berdasarkan Alkitab, dan sejumlah buku pendukung dalam bidang manajemen serta pengalaman mengapilkasikan prinsip-prinsip manajemen dalam pelayanan kristen.
Bahan-bahan pengantarnya sendiri dipersiapkan dalam bentuk kerangka yang diperluas dan seseorang yang mengikuti ceramah-ceramah pengarah dapat menyisipkan catatan-catatan tambahan pada kerangka. Dengan demiian, ia dapat mengikuti ceramah pengantar secra aktif dan pada akhirnya akan mempunyai catatan lengakap.
Tujuan buku ini adalah untuk:
1.      Menyajikan dasar alkitab mengenai manajemen
2.      Menyajikan ‘ bagaimana melakukan’ dan bukan sekedar mengajarkan prinsip-prinsip
3.      Melakukan ‘ bagaimana melakukan ‘ itu dengan mengunakan lembar kerja.
4.      Mengintegrasikan sejumlah ‘bagaimana melakukan’ itu, sedemikian rupa, sehingga  aplikasinya dipadu dari satu lembar kerja ke lembar kerja berikutnya.
Tiap bagian dari lokakarya didasarkan pada bagian yang mendahuluinya. Waktu khusus harus disediakan untuk mengadakan lokakarya dengan mengisi lembaran kerja. Mulai dari bagian pertama, sampai bagian terakhir.
Lokakarya ini akan menolong untuk melakukan dengan baik fungsi-fungsi manajemen dalam pelayanan. Namun, hal ini dapat terlaksana hanya apabila benar-benar mengaplikasikan apa yang telah dipelajari dalam situasi sebenarnya. Karena itu, hendaknya terus-menerus bertanya pada diri sendiri, apakah yang harus saya perbaiki dalam pelaksanaan tugas saya selama ini, atas dasar latihan yang saya peroleh?.
Ketika melalui lokakarya, maka mulailah menerapkan prinsip-prinsip yang telah dipelajari, dengan begitu anda akan dapat menemukan sendiri pola yang lebih sesuai dengan kondisi pelayanan anda. Ulangi pola itu berkali-kali, mungkin juga dengan revisi dan penyesuaian, maka pada akhirnya, anda akan memiliki poala yag mantap dalam aplikasi fungsi-fungsi manajemen untuk pelayanan.
Respon
            Apa yang telah dituliskan dalam buku ini, merupakan penerapan secara tidak langsung kepada pembaca, karena penulis buku mencoba untuk memberikan kemudahan kepada pembaca untuk dapat mempraktekan secara langsung dan tidak ada tuntutan harus sempurna. Melainkan penulis menyarakan agar belajar dari apa yang diberikan melalui lokakarya dan ikuti perkembangannya yang sesuai dengan pola dan situasi serta kondisi jemaat. Namun buku ini mempunyai kelemahan yaitu, segi iman: misi gereja: dan pengetahuan tentang sejarah. Bukan berarti saya tidak setuju tetapi perlu peninjauan yang lebih akurat, dari sudu iman; sejarah dan misi gereja, bukan hanya bersangkut-paut dengan situasi dan kondisi pelayanan.
Manfaat buku
            Dapat mendorong pembacanya untuk mengelola pelayanan dengan lebih baik dalam usaha mencapai efisien pelayanan.
Rekomendasi
            Buku ini cocok untuk semua orang Kristen yang terlibat dalam pelayanan gereja. Juga baik di gunakan untuk membuat administrasi pribadi, dan bagaimana cara mengelola suatu usaha agar dapat mencapai goal yang telah ditetapkan.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar