Google+ Badge

Kamis, 24 November 2011

PENTINGNYA KURIKULUM DALAM TUGAS PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Dalam dunia pendidikan, salah satu kunci untuk menentukan kualitas lulusan adalah kurikulum pendidikannya.  Karena pentingnya maka setiap kurun waktu tertentu kurikulum selalu dievaluasi untuk kemudian disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Departemen Pendidikan Nasional juga secara teratur melakukan evaluasi terhadap peraturan yang berkait dengan kurikulum. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi, pengetahuan dan metode belajar semakin lama semakin maju pesat. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu pesat. Begitu pun pola pembiayaan pendidikan serta kondisi sosial, termasuk perubahan pada tuntutan profesi serta kebutuhan dan keinginan pelanggan. Semua itu ikut memberikan dorongan bagi penyelenggara pendidikan untuk selalu melakukan proses perbaikan, modifikasi, dan evaluasi pada kurikulum yang digunakan.
  1. Tujuan Penulisan
Adapun yang mmenjadi tujuan dari ppenulisan makalah ini, antara lain :
Ø  Untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi setiap mahasiswa/i, bahwa kurikulum sangat dibutuhkan dalam pencapaian tugas pendidikan
Ø  Untuk memberikan pemahaman bagi setiap gereja Tuhan, akan pentingnya kurikulum untuk menyusun program gereja terlebih dalam sekolah bagi para guru-guru.
  1. Batasan Masalah
Agar makalah ini terfokus dan yidak menyimpang dari judul makalah yang di akan di bahas, maka penulis memberikan batasan masalah, yakni pentingnya kurikulum dalam tugas pendidikan
BAB II
PENTINGNYA KURIKULUM DALAM TUGAS PENDIDIKAN
A.    Pegertian
Kurikulum adalah rencana program pengajaran atau pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya.  Ibarat orang yang akan membangun rumah, kurikulum adalah ‘blue print’ atau gambar cetak birunya.[1] 

Secara etimologis kurikulum  bersifat dari kata curere yang berarti lari cepat, tergesa-gesa. Currere dikata bendakan menjadi curriculum berarti perjalanan, peredaran, dan gerakan berkeliling lamanya. Pengertian umumnya kurikulum adalah suatu alat/jembatan untuk mencapai tujuan .secara tradisional menurut William.B.Ragan mengemukakan bahwa “Tradionally, the curriculum has meant the subject taught in school, or course of study”.[2]
Definisi kerja kurikulum sekolah pada dasarnya merupakan suatu alat/usaha untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan penting untuk dicapai, maka harus meninjau tujuan yang selama ini digunakan oleh sekolah tersebut.


  1. Tujuan Kurikulum
Tujuan pendidikan dapat dijabarkan dari tujuan tertinggi yaitu tujuan yang akan dicapai yang disebut tujuan pendidikan nasional sampai dengan tujuan terendah yaitu tujuan yang akan dicapai setelah kegiatan belajar.
Tujuan pendidikan secara hirarkis:
  1. tujuan nasional
  2. tujuan institusioanal
  3. tujuan kurikuler
  4. tujuan instruksional[3]
                Tujuan pendidikan tersebut harus dicapai secara bertingkat. Tingkatan paling bawah harus mendukung untuk tercapainya pendidikan tujuan nasional. Jadi, fungsi kurikulum disini adalah sebagai alat untukatau jembatan untuk mencapai tujuan.

C.      Peranan Kurikulum

            Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan para siswa. Kalau kita analisa sifat dari masyarakat dan jebudayaan maka kita akan menentukan paling tidak ada 3 jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat penting:
a) Peranan konservatif: salah satu tanggung jawab kurikulum adalah menstransmisikan dan mentafsirkan warisan sosial dengan dan generasi muda. Karena adanya peranan ini, maka sesungguhnya kurikulum itu berorientasi pada masa lampau dan peranan ini sanat mendasar tafsirnnya.
b) Peranan kritis atau evaluatif: kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam kontrol sosial dan menekankan pada unsur berpikir kritis. Dengan demikian, kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas dasar kriteria tertentu.
c)      Peranan kreatif: mencipta dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat guna membantu tiap individu dalam mengemabangkan semua potensi yang apaadanya.
Ketiga peranan tersebut berjalan seimbang, dalam arti terdapat keharmonisan diantara ketigannya dan membawa para siswa menuju kepada kebudayaan masa depan.

D.     Fungsi Kurikulum

            Disamping kurikulum memiliki peranan juga memiliki atau mengemban berbagai fungsi. Alexander Inglis dalam bukunya “Principle of Secondary Education (1918).” menyatakan bahwa fungsi kurikulum adalah :
1. Fungsi penyesuaian: individu hidup dalam lingkungan. Setiap individu   harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap lingkungannya secara menyeluruh. Oleh karena lingkungannya sendiri senantiasa berubah, bersifat dinamis, maka individu pun harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri secara dinamis pula, dan ini sesauai kondisi perorangan.
2. fungsi integrasi: kurikulum berfungsi mendidik pribadi yang terintigrasi. Oleh karena individu itu sendiri merupakan bagi  integral dari masyarakat.
3. fungsi deferensiasi: kurikulum perlu memberikan layanan terhadap perbedaan perorangan dalam masyarakat, dan hal ini dapat membuat orang berpikir kritis dan kreatif.dan ini mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.
4. fungsi persiapan: kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh, apakah melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi atau persiapan untuk belajar didalam masyarakat seanadainya dia tidak mungkin melanjutkan.
5. Fungsi pemilihan: anatara keperbedaan dengan pemilihan adalah dua hal yang erat sekali hubungannya. Pengakuan atas perbedaan berarti pula diberikannya kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang diinginkannya dan menarik minatnya. Kedua hal tersebut merupakan kebutuhan bagi masyarakat yang menganut sistem demokrasi. Untuk mengembangkan kemampuan tersebut maka kurikulum perlu disusun secara luas berarti fleksibel atau luwes.
6. Fungsi diagnostik: salah satu segi pelayanan pendidikan ialah membantu  mengarahkan para siswa agar mereka mampu dan mengarahkan para siswa agar mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Ini dapat dilakukan apabila mereka dapat menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya melalui eksplorasi dan pronosa, sehingga selanjutnya dia sendiri yang memperbaiki kelemahan itu dan mengembangkan sendiri kekuatan yang ada.
          Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan oleh kurikulum secara keseluruhan. Fungsi-fungsi itu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan para siswa sejalan dengan arah dari filsafat pendidikan dari tujuan pendidikan yang diharapkan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan.[4]
  1. Manfaat Kurikulum Dalam Tingkat Satuan Pendidikan Bagi Sekolah.

  • Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. KTSP memberikan otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan, disertai seperangkat tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah setempat
  • KTSP memberi peluang yang lebih luas kepada sekolah – sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. Pola kurikulum baru pada KTSP adalah memberi kebebasan kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri, KTSP ini memberi peluang pada sekolah-sekolah plus untuk lebih mengambangkan variasi kurikulum yang ditetapkan pemerintah.[5]

Dengan adanya KTSP maka sekolah plus bisa lebih bebas untuk menentukan kurikulumnya yang sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut.

.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dengan makalah ini, penulis memberi kesimpulan bahwa pentingnya kurikulum dalam suatu pendidkan itu dangat penting karena dengan adanya kurikulum dalam pendidikan tujuan yang akan dicapai dalam pendidikan akan terlaksana sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, karena peranan kurikulum itu mencangkup seluruh kegiatan dalam pendidikan baik dalam proses pembelajaran mapupub seluruh program pendidikan. Kurikulum membantu untuk dapat mengetahui persoalan yang ada dalam pendidikan.

B.     Saran
Dengan adanya tujuan pendidikan dapat dijabarkan dari tujuan tertinggi yaitu tujuan yang akan dicapai yang disebut tujuan pendidikan nasional. Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan para siswa. Fungsi-fungsi itu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan para siswa.
Dalam rangka menunjang implementasikan kurikulum berbasis kompetensi, maka diharapkan sekolah (kepala sekolah dan guru) dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam proses belajar mengajar di kelas. Untuk meningkatkan kualitas pembelajar di kelas, guru perlu meningkatkan partisipasi siswa melalui penugasan pada mata pelajaran yang relevan dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah seba-gai sumber belajar.   
KEPUSTAKAAN

Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Yang Disempurnakan, Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.  
Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.  
Sanjaya. 2006. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.  



[2] Sanjaya. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group 2006).  

[4] Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Yang Disempurnakan, Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.  
[5] Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar